Jumat, 19 Februari 2016

Rumus Program Aplikasi Penjualan Delphi7



F.   LANDASAN TEORI
Sebelum kita masuk ke materi utama struktur data, maka alangkah baiknya jika kita menerangkan filosofi dari struktur data itu sendiri. Filosofi yang dimaksud di sini adalah yang mencakup:
-               Pengertian berdasarkan nama mata kuliah
-               Pengertian mengenai tujuan dari mata kuliah ini
-               Pengertian hal-hal yang dibutuhkan untuk mempelajari materi ini
-               Pengertian mengenai hubungannya dengan materi-materi lain.

Struktur dapat diartikan dengan ”susunan”, ”bangunan”, ”komposisi”, dan sebagainya. Kata struktur juga mengartikan bahwa elemen-elemen pembentuk ”susunan”, ”bangunan” dan ”komposisi” di atas saling terkait sebagaimana jika kita mengartikan kata ”sistem.”
Kata “data” dalam bahasa Inggris berasal dari kata “datum” dari bahasa Latin yang berarti fakta. Kata tersebut bersifat plural, sebagaimana kata air, udara, dan semacamnya. Karenanya, kata “data” akan salah jika disebut atau ditulis dengan “data-data,”  “banyak data,” dan semacamnya.
Bagi manusia, data dapat merupakan segala sesuatu (stimulus) yang dapat ditangkap oleh indera manusia. Berbeda dengan manusia, data bagi komputer adalah segala sesuatu yang dapat dilambangkan, dikodekan, atau didigitalisasikan ke dalam lambang-lambang atau kode-kode yang dimengerti oleh komputer.
Di komputer, secara kasar dapat dikatakan bahwa data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf, gambar-gambar, atau simbol-simbol apapun yang dapat diberikan (input) ke komputer, dan dikeluarkan (output) dari komputer. Karena komputer itu benda mati yang tidak memiliki kemampuan apapun, termasuk kemampuan untuk mengenali mana huruf, mana angka, mana data, mana informasi, dan sebagainya, maka berikut ini penjelasan mendasar tentang bagaimana data bagi komputer itu “diciptakan” oleh daya nalar manusia.



1.      Bit (Binary Digit)
Bit merupakan unit terkecil informasi di komputer, atau dapat disebut bit adalah satuan data terkecil di komputer digital. Istilah ini digunakan oleh John W. Tukey (1946), dan Claude E. Shannon (1948). Setiap bit hanya dapat bernilai sebuah dari dua buah nilai, 0 atau 1, tidak ada bilangan lain.
Bit adalah sebuah digit dari sistem bilangan binar (binary numeral system), yaitu sistem bilangan yang berbasis 2. Binary digits ini hampir selalu digunakan sebagai dasar perhitungan kemampuan menampung pada media penyimpan data (storage), perhitungan secara digital dan pembelajaran teori informasi secara digital. Sebagai contoh, kemampuan transfer data dari sebuah jaringan komputer dihitung berdasarkan bit per second (bps), atau prosesor komputer yang digunakan oleh komputer X adalah prosesor 32 bit. Pada kemampuan grafis di monitor, setiap titik (dot) akan direpresentasikan oleh banyaknya bit yang digunakan. Monitor monochrome menggunakan 1 bit, sedangkan yang menggunakan 8 bit bisa menghasilkan 256 warna atau disebut dengan grayscales, dan yang menggunakan 24 atau 32 bit, dapat menghasilkan grafis yang sempurna (true color).
Sebuah bit dari storage adalah laksana sebuah saklar lampu (light switch) yang bisa dihidupkan dan dimatikan. Bila saklar dihidupkan (on) dilambangkan dengan 1, dan bila saklar dimatikan (off) dilambangkan dengan 0. Dua perbedaan yang jelas, hitam atau putih, benar atau salah, yang membuat Gregory Bateson mendefinisikan sebuah bit adalah “a difference that makes a difference.”
Tentu saja, dunia ini yang bersifat analog (sebagai contoh, di antara 0 dan 1 saja terdapat sejumlah bilangan yang tidak terhingga) menjadi begitu menarik dipelajari (di ilmu komputer), agar, bagaimana (analog tadi) dijadikan digital (hanya ada 0 dan 1) saja.
Jadi, karena komputer tidak memiliki kemampuan apapun, maka untuk “memperkenalkan” data kepada komputer adalah dengan membuat rangkaian digital (elektronis) yang, bila dialiri arus listrik (sebesar +3,3 Volt atau +5,0 Volt) akan dilambangkan dengan 1 (on), dan bila tidak dialiri listrik (0 Volt) akan dilambangkan dengan 0 (off).




2.      Byte
Untuk lebih memberi arti, bit di atas selanjutnya digabung (dikombinasikan nilai-nilainya) dan saling bertalian (correspondence) yang disebut dengan byte. Sederhananya, kumpulan bit yang membentuk sebuah informasi disebut dengan byte. Istilah byte juga digunakan sebagai satuan terkecil alamat (address) di mikroprosesor.
Sebelum istilah byte tersebut muncul, dulu dinamakan dengan “bite,” karena hampir mirip dengan kata “bit”, maka oleh Werner Buchholz (1957) mulai digunakan istilah byte pada fase awal mendesain komputer IBM Stretch. Byte merupakan kependekan dari Binary Tuple, namun beberapa sumber mengatakan bahwa byte merupakan kependekan dari Binary Table. Tidak perlu diperdebatkan.
Masalahnya, berapa banyak bit penggabungan itu dilakukan. Pada umumnya, sebuah byte terdiri atas 8 bit yang disebut dengan octet yang dapat merepresentasikan 256 nilai (dari perhitungan : 28 dengan nilai  0 sampai 255). Seperti halnya standar yang digunakan untuk komputer IBM System/360. Ada juga yang menggunakan 4 bit (disebut nibble, nybble, semioctet, atau hex digit), ada pula yang menggunakan 2 bit (disebut crumb).
Istilah lain selain byte yang digunakan dari sekumpulan bit adalah kata (word). Hanya, pada word tidak ada standar besaran banyaknya bit. Besaran itu tergantung dari ukuran sebuah register di dalam CPU (Central Processing Unit) komputer. Sebagai contoh, di dalam arsitektur komputer IA-32 (prosesor Intel 8086) digunakan 16 bit untuk sebuah word, sehingga 32 bit disebut dengan double word atau dword. Ada juga arsitektur komputer lain yang menyatakan sebuah word terdiri atas bit sebanyak 4, 8, 32, 64, dan sebagainya.
Dalam hal lain, ada standar penyebutan untuk ukuran bit yang besar, misalkan kilobit (Kbit), megabit (Mbit), gigabit (Gbit), dan sebagainya. Di ilmu komputer, byte juga digunakan sebagai ukuran dari storage (tempat menyimpan data), dan dijadikan dasar dari penetapan tipe data di berbagai bahasa pemrograman. Tipe data itu antara lain, numeric (dan lebih spesifik lagi integer atau real), character atau string, boolean, dan sebagainya.




G.  Pembahasan
Delphi adalah sebuah bahasa pemrograman yang bersipat Objek (Object Oriented Programming) artinya adalah sebuah program yang mempunyai objek-objek tertentu dalam pemrograman nya. Selain itu Delphi adalah sebuah program yang bersifat visual artinya mempunyai tampilan grafik-grafik yang mudah dimengerti oleh pemula sekalipun (Graphical user Interface). Dengan Delphi Anda bisa membuat program-program dengan tampilan yang menawan, Delphi hanya bisa bekerja di bawah System Microsoft Windows sedangkan untuk system yang lain seperti Linux atau Unix Delphi mempunyai saudara kembarnya yang bisa bekerja pada system tersebut yaitu KYLIX.
Syntax-syntax Delphi di adopsi dari bahasa Pascal, untuk itu di dalam tutorial Dasar-dasar Delphi ini saya akan mengajak Anda ke masa lalu dimana pemrograman komputer saat itu masih menggunakan system 16 BIT yaitu Bahasa PASCAL sebelum Anda dibawa untuk mempelajari Pemrograman Delphi. Bila Anda sudah bisa bahasa PASCAL Anda dapat melewati pengantar mengenai bahasa Pascal ini.
Mengapa saya membawa Anda terlebih dahulu ke Bahasa Pascal tidak langsung ke Delphi ?, Dengan mengenal dasar-dasar bahasa pascal, Anda akan mudah untuk mempelajari pemrograman Delphi sebab semua syntax yang ada dalam pascal sama dengan syntax bahasa delphi, tetapi syntax dalam delphi tidak bisa diadopsi ke pascal karena itulah dalam pengantar ini saya beri judul Delphi adalah pascal tapi pascal bukan delphi.



BAB II
PROGRAM APLIKASI

A.  Form1 MENU LOGIN
procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
application.Terminate
end;
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
if (Edit1.Text='agus') and (Edit2.Text='asas') then
begin
MessageBox(0,'Log In Sukses','information',MB_OK+MB_ICONINFORMATION);
Form1.Hide;
Form2.Show;
end
else
MessageBox(0,'Log In Gagal','error',MB_OK+MB_ICONERROR);
end;
end.




B.  FORM2 MENU (Identitas)
{$R *.dfm}
procedure TForm2.DataBarang2Click(Sender: TObject);
begin
form3.Show
end;
procedure TForm2.DataPenjualan1Click(Sender: TObject);
begin
form4.show
end;
procedure TForm2.Keluar1Click(Sender: TObject);
begin
application.Terminate;
end;
procedure TForm2.LaporanBarang1Click(Sender: TObject);
begin
form5.show
end;
procedure TForm2.LaporanPenjualan1Click(Sender: TObject);
begin
form6.show
end;
procedure TForm2.Penutup1Click(Sender: TObject);
begin
form7.show
end;
end.



C.  FORM3 APLIKASI PENERIMA BARANG DAN  STOCK BARANG
procedure TForm3.Button1Click(Sender: TObject);
begin
edit1.Enabled:=true;
edit2.Enabled:=true;
edit3.Enabled:=true;
edit4.Enabled:=true;
edit5.Enabled:=true;
edit6.Enabled:=true;
edit1.text:='';
edit2.text:='';
edit3.text:='';
edit4.text:='';
edit5.text:='';
edit6.text:='';
end;
procedure TForm3.Button2Click(Sender: TObject);
begin
adotable1.Append;
adotable1.insert;
adotable1.FieldByName('Kode').AsString := edit1.Text;
adotable1.FieldByName('Nama barang').AsString := edit2.Text;
adotable1.FieldByName('Harga').AsString := edit3.Text;
adotable1.FieldByName('Mereks').AsString := edit4.Text;
adotable1.FieldByName('Stock').AsString := edit5.Text;
edit1.Clear;
edit2.Clear;
edit3.Clear;
edit4.Clear;
edit5.Clear;
edit6.Clear;
end;
procedure TForm3.Button3Click(Sender: TObject);
begin
adotable1.Delete;
end;
procedure TForm3.Button4Click(Sender: TObject);
begin
application.Terminate;
end;
procedure TForm3.Button5Click(Sender: TObject);
begin
if adotable1.Locate('kode',edit6.Text,[])then
begin
edit1.Text:=adotable1.FieldByName('kode').AsString;
edit2.Text:=adotable1.FieldByName('nama barang').AsString;
edit3.Text:=adotable1.FieldByName('harga').AsString;
edit4.Text:=adotable1.FieldByName('mereks').AsString;
edit5.Text:=adotable1.FieldByName('stock').AsString;
end
else
if not adotable1.Locate('kode',edit6.Text,[])then
begin
showmessage('data tidak ada');
end;
end;
procedure TForm3.Button6Click(Sender: TObject);
begin
adotable1.edit;
adotable1.FieldByName('kode').AsString := edit1.Text;
adotable1.FieldByName('nama barang').AsString := edit2.Text;
adotable1.FieldByName('harga').AsString := edit3.Text;
adotable1.FieldByName('mereks').AsString := edit4.Text;
adotable1.FieldByName('stock').AsString := edit5.Text;
adotable1.post;
end;
procedure TForm3.FormCreate(Sender: TObject);
begin
edit1.Enabled:=false;
edit2.Enabled:=true;
edit3.Enabled:=false;
edit4.Enabled:=false;
edit5.Enabled:=false;
edit6.Enabled:=false;
edit1.text:='';
edit2.text:='';
edit3.text:='';
edit4.text:='';
edit5.text:='';
edit6.text:='';
end;
end.



D.  FORM4 APLIKASI PENJUALAN BARANG
{$R *.dfm}
procedure TForm4.Button1Click(Sender: TObject);
begin
edit1.Enabled:=true;
edit2.Enabled:=true;
edit3.Enabled:=true;
edit4.Enabled:=true;
edit5.Enabled:=true;
edit6.Enabled:=true;
edit7.Enabled:=true;
edit1.text:='';
edit2.text:='';
edit3.text:='';
edit4.text:='';
edit5.text:='';
edit6.text:='';
edit7.text:='';
end;
procedure TForm4.Button2Click(Sender: TObject);
begin
adotable1.Append;
adotable1.insert;
adotable1.FieldByName('tanggal').AsString := edit1.Text;
adotable1.FieldByName('kode').AsString := edit2.Text;
adotable1.FieldByName('nama barang').AsString := edit3.Text;
adotable1.FieldByName('jumlah barang').AsString := edit4.Text;
adotable1.FieldByName('harga').AsString := edit5.Text;
adotable1.FieldByName('mereks').AsString := edit6.Text;
edit1.Clear;
edit2.Clear;
edit3.Clear;
edit4.Clear;
edit5.Clear;
edit6.Clear;
edit7.Clear;
end;
procedure TForm4.Button5Click(Sender: TObject);
begin
if adotable1.Locate('kode',edit7.Text,[])then
begin
edit1.Text:=adotable1.FieldByName('tanggal').AsString;
edit2.Text:=adotable1.FieldByName('kode').AsString;
edit3.Text:=adotable1.FieldByName('nama barang').AsString;
edit4.Text:=adotable1.FieldByName('jumlah barang').AsString;
edit5.Text:=adotable1.FieldByName('harga').AsString;
edit6.Text:=adotable1.FieldByName('mereks').AsString;
end
else
if not adotable1.Locate('kode',edit7.Text,[])then
begin
showmessage('data tidak ada');
end;
end;
procedure TForm4.Button3Click(Sender: TObject);
begin
adotable1.Delete;
end;
procedure TForm4.Button4Click(Sender: TObject);
begin
application.Terminate;
end;
procedure TForm4.FormCreate(Sender: TObject);
begin
edit1.Enabled:=false;
edit2.Enabled:=false;
edit3.Enabled:=false;
edit4.Enabled:=false;
edit5.Enabled:=false;
edit6.Enabled:=false;
edit7.Enabled:=true;
edit1.text:='';
edit2.text:='';
edit3.text:='';
edit4.text:='';
edit5.text:='';
edit6.text:='';
edit7.text:='';
end;
end.



BAB III
Pembuatan DataBase Microcof Access 2010

A.    Database dan tipe data pada Microsoft access 2010
Microsoft access merupakan salah satu contoh DBMS relasional (atau disebut RDBMS, dengan R kependekan dari relational) yang sangat terkenal di lingkungan PC. Pada Microsoft Access sebuah database di simpan dalam sebuah berkas dengan ekstensi. MDB di dalam bekas inilah sebuah objek yang terkait dengan database, termasuk semua table, di simpan.
      Sebelum melangkah lebih jauh dalam mempelajari dan memperaktekan operasi database pada microsoft Access. Anda perlu mengetahui tipe-tipe data yang tersedia kerna setiap field yang anda definisikan haruslah memiliki tipe data, selain properti-properti yang lain.

B.    Merancang DataBase (Setudi Kasus Iventory)
Dalam kasus object Program Inventory ini akan membuat nama database :
Inventory .mdb. langkah-langkahnya :
1.    Buka Microsoft Access 2010, pilih menu file-new-bland database.
2.    Simpan nama data base dengan nama: inventory.mdb
3.    Untuk membuat table pilih menu tables-crate-table in desing view
4.    Selanjutnya buatlah setruktur-sruktur table.









BAB IV
PEMBUATAN LAPORAN

A.   Pembuatan laporan
Delph7 menyediakan dua library untuk membuat report, yaitu Quick Repotr dan Rave Report. Quick Repotr sudan menjadi bagian di Delphi 3. Di dalam Delphi 7, Quick Repotr akan di ganti oleh Rave Report. Ketika kita menginstall Delphi quick report tidak secara otomatis di install, sehingga kita perlu menginstallnya sendiri.
Didalam modul mata kuliah praktek algoritma dan pemrograman (Delphi 7) ini akan menggunakan Report secara lebih komleksitas lagi untuk menghasilkan dokumen output yang lebih baik lagi.

B.    Pembuata report List
Dalam setiap pembuatan program aplikasi, kita tentu perlu membuat Report List yang hanya menampilkan sebuah daftar dengan judul, header dan footer.
Langkah-langkah pembuatan Repot Delphi 7 dengan kasusu Penjualan
1.    Masukan komponen RVprojek dan RVdatasetConection dari menu Rave kedalam form penjualan seperti yang di bawah ini.
2.    Koneksikan RVdatasetConection ke masing-masing table.
3.    Setelah di koneksikan, dable clik RV project untuk membuka layar Rave Report.
4.    Selanjutnya pilih table yang akan kita buat laporan list pilih fileNew data object.
5.    Pilih menu direct data view, lalu pilih RVDataSetConection3 untuk mengkonesikan ke table barang setelah itu finish.



C.  FORM5 LAPORAN BARANG
Setelah memilih koneksinya, selanjutnya kita membuat laporan menggunakan Wizard dengan cara:
1.    Pilih menu bar Tool-Report wizad-simple table,
2.    Pilih field yang akan di tampilkan pilih field yang akan di jadikan unik yaitu “Idgrg”
3.    Report layout berpungsi untuk menentukan bentuk tampilan Report,
4.    Selanjutnya di setiap Band akan dapat di ganti font nya masing-masing
5.    Tekan tombol Generate untuk membuat laporannya, maka tampilanya akan seperti di bawah ini.
 
{$R *.dfm}
procedure TForm5.Button1Click(Sender: TObject);
begin
quickrep1.Preview
end;
procedure TForm5.Button2Click(Sender: TObject);
begin
quickrep1.print
end;
procedure TForm5.Button3Click(Sender: TObject);
begin
close
end;
end.





D.  OBJECT INSPECTOR


Objek Inspector
Merupakan jendela properties yang digunakan untuk mengatur tampilan komponen pada form, minsan bagaimna mengubah tulisan button menjadi simpan atau menghapus tulisan pada table dan menganti nama sesuai dengan yang di inginkan atau memberikan perintah tertentu pada sebuah komponen sehingga ada intraksi ketika program di jalankan.
Secara umum Objek Inspector terbagi menjadi dua yaitu:
1.    Properties
Yaitu di gunakan untuk mengatur tampilan pada sebuah komponen baik itu meliputi penggantian nama, warna,jenis huruf,border dan lain-lain.
2.    Events
Yang di gunakan untuk memberikan fungsi yang lebih detail dari fungsi sebenaenya .



BAB V
KESIMPULAN

Dari analisa data, kami dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1.      Penjualan menggunakan Delphi7 adalah proses menemukan data tertentu di dalam sekumpulan data yang bertipe sama (tipe dasar atau tipe bentukan).
2.      Salah satu metode yang dapat kita gunakan adalah metode menggambukan atau memasukan DataBase Kedalam program Delphi7.
3.      Metode mengambungkan DataBase menggunakan Delphi7 adalah metode yang paling sederhana dari sejumlah metode-metode lainnya.




















DAFTAR PUSTAKA

1.      Makalah Strujtur Data Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK)
2.      Setiawan,Suryana. 2004. STRUKTUR DATA & ALGORITME, Jakarta
3.      www.wikipedia.org
4.      www.ilmukomputer.com


Minggu, 12 Juli 2015

mulut boleh bohong tapi hati so pasti tetap akan selalu jujur.,,.,.

Senin, 13 April 2015

LIBRALISME AGAMA





Nama: Agus supianto
Nim: TIF 141001
     
A.   Pokok-pokok Liberalisme
Ada tiga hal yang mendasar dari Ideologi Liberalisme yakni Kehidupan, Kebebasan dan Hak Milik (Life, Liberty and Property). Dibawah ini, adalah nilai-nilai pokok yang bersumber dari tiga nilai dasar Liberalisme tadi:
1.     Kesempatan yang sama. (Hold the Basic Equality of All Human Being). Bahwa manusia mempunyai kesempatan yang sama, di dalam segala bidang kehidupan baik politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Namun karena kualitas manusia yang berbeda-beda, sehingga dalam menggunakan persamaan kesempatan itu akan berlainan tergantung kepada kemampuannya masing-masing. Terlepas dari itu semua, hal ini (persamaan kesempatan) adalah suatu nilai yang mutlak dari demokrasi.
2.     Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, dimana setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya, maka dalam setiap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik dalam kehidupan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan kenegaraan dilakukan secara diskusi dan dilaksanakan dengan persetujuan – dimana hal ini sangat penting untuk menghilangkan egoisme individu.( Treat the Others Reason Equally.).
3.     Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah tidak boleh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak menurut kehendak rakyat.(Government by the Consent of The People or The Governed)
4.     Berjalannya hukum (The Rule of Law). Fungsi Negara adalah untuk membela dan mengabdi pada rakyat. Terhadap hal asasi manusia yang merupakan hukum abadi dimana seluruh peraturan atau hukum dibuat oleh pemerintah adalah untuk melindungi dan mempertahankannya. Maka untuk menciptakan rule of law, harus ada patokan terhadap hukum tertinggi (Undang-undang), persamaan dimuka umum, dan persamaan social.
5.      Yang menjadi pemusatan kepentingan adalah individu.(The Emphasis of Individual).
6.     Negara hanyalah alat (The State is Instrument). Negara itu sebagai suatu mekanisme yang digunakan untuk.
tujuan-tujuan yang lebih besar dibandingkan negara itu sendiri. Di dalam ajaran Liberal Klasik, ditekankan bahwa masyarakat pada dasarnya dianggap, dapat memenuhi dirinya sendiri, dan negara hanyalah merupakan suatu langkah saja ketika usaha yang secara sukarela masyarakat telah mengalami kegagalan.
7.     Dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse Dogatism). Hal ini disebabkan karena pandangan filsafat dari John Locke (1632 – 1704) yang menyatakan bahwa semua pengetahuan itu didasarkan pada pengalaman. Dalam pandangan ini, kebenaran itu adalah berubah.


B.   Dua Masa Liberalisme
   Liberalisme adalah sebuah ideologi yang mengagungkan kebebasan. Ada dua macam Liberalisme, yakni Liberalisme Klasik dan Liberallisme Modern. Liberalisme Klasik timbul pada awal abad ke 16. Sedangkan Liberalisme Modern mulai muncul sejak abad ke-20. Namun, bukan berarti setelah ada Liberalisme Modern, Liberalisme Klasik akan hilang begitu saja atau tergantikan oleh Liberalisme Modern, karena hingga kini, nilai-nilai dari Liberalisme Klasik itu masih ada. Liberalisme Modern tidak mengubah hal-hal yang mendasar ; hanya mengubah hal-hal lainnya atau dengan kata lain, nilai intinya (core values) tidak berubah hanya ada tambahan-tanbahan saja dalam versi yang baru. Jadi sesungguhnya, masa Liberalisme Klasik itu tidak pernah berakhir.
Dalam Liberalisme Klasik, keberadaan individu dan kebebasannya sangatlah diagungkan. Setiap individu memiliki kebebasan berpikir masing-masing – yang akan menghasilkan paham baru. Ada dua paham, yakni demokrasi (politik) dan kapitalisme (ekonomi). Meskipun begitu, bukan berarti kebebasan yang dimiliki individu itu adalah kebebasan yang mutlak, karena kebebasan itu adalah kebebasan yang harus dipertanggungjawabkan. Jadi, tetap ada keteraturan di dalam ideologi ini, atau dengan kata lain, bukan bebas yang sebebas-bebasnya.
1.     Pemikiran Tokoh Klasik dalam Kelahiran dan Perkembangan Liberalisme Klasik.
   Tokoh yang memengaruhi paham Liberalisme Klasik cukup banyak – baik itu dari awal maupun sampai taraf perkembangannya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pandangan yang relevan dari tokoh-tokoh terkait mengenai Liberalisme Klasik.

a)     Martin Luther dalam Reformasi Agama
          Gerakan Reformasi Gereja pada awalnya hanyalah serangkaian protes kaum bangsawan dan penguasa Jerman terhadap kekuasaan imperium Katolik Roma.. Pada saat itu keberadaan agama sangat mengekang individu. Tidak ada kebebasan, yang ada hanyalah dogma-dogma agama serta dominasi gereja. Pada perkembangan berikutnya, dominasi gereja dirasa sangat menyimpang dari otoritasnya semula. Individu menjadi tidak berkembang, kerena mereka tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang oleh Gereja bahkan dalam mencari penemuan ilmu pengetahuan sekalipun. Kemudian timbullah kritik dari beberapa pihak – misalnya saja kritik oleh Marthin Luther; seperti : adanya komersialisasi agama dan ketergantungan umat terhadap para pemuka agama, sehingga menyebabkan manusia menjadi tidak berkembang; yang berdampak luas, sehingga pada puncaknya timbul sebuah reformasi gereja (1517) yang menyulut kebebasan dari para individu yang tadinya “terkekang”.

b)    John Locke dan Hobbes; konsep State of Nature yang berbeda.
          Kedua tokoh ini berangkat dari sebuah konsep sama. Yakni sebuah konsep yang dinamakan konsep negara alamaiah" atau yang lebih dikenal dengan konsep State of Nature. Namun dalam perkembangannya, kedua pemikir ini memiliki pemikiran yang sama sekali bertolak belakang satu sama lainnya. Jika ditinjau dari awal, konsepsi State of Nature yang mereka pahami itu sesungguhnya berbeda. Hobbes (1588 – 1679) berpandangan bahwa dalam ‘’State of Nature’’, individu itu pada dasarnya jelek (egois) – sesuai dengan fitrahnya. Namun, manusia ingin hidup damai. Oleh karena itu mereka membentuk suatu masyarakat baru – suatu masyarakat politik yang terkumpul untuk membuat perjanjian demi melindungi hak-haknya dari individu lain dimana perjanjian ini memerlukan pihak ketiga (penguasa). Sedangkan John Locke (1632 – 1704) berpendapat bahwa individu pada State of Nature adalah baik, namun karena adanya kesenjangan akibat harta atau kekayaan, maka khawatir jika hak individu akan diambil oleh orang lain sehingga mereka membuat perjanjian yang diserahkan oleh penguasa sebagai pihak penengah namun harus ada syarat bagi penguasa sehingga tidak seperti ‘membeli kucing dalam karung’. Sehingga, mereka memiliki bentuk akhir dari sebuah penguasa/ pihak ketiga (Negara), dimana Hobbes berpendapat akan timbul Negara Monarkhi Absolute sedangkan Locke, Monarkhi Konstitusional. Bertolak dari kesemua hal tersebut, kedua pemikir ini sama-sama menyumbangkan pemikiran mereka dalam konsepsi individualisme. Inti dari terbentuknya Negara, menurut Hobbes adalah demi kepentingan umum (masing-masing individu) meskipun baik atau tidaknya Negara itu kedepannya tergantung pemimpin negara. Sedangkan Locke berpendapat, keberadaan Negara itu akan dibatasi oleh individu sehingga kekuasaan Negara menjadi terbatas – hanya sebagai “penjaga malam” atau hanya bertindak sebagai penetralisasi konflik.

c)     Adam Smith.
Para ahli ekonomi dunia menilai bahwa pemikiran mahzab ekonomi klasik merupakan dasar sistem ekonomi kapitalis. Menurut Sumitro Djojohadikusumo, haluan pandangan yang mendasari seluruh pemikiran mahzab klasik mengenai masalah ekonomi dan politik bersumber pada falsafah tentang tata susunan masyarakat yang sebaiknya dan seyogyanya didasarkan atas hukum alam yang secara wajar berlaku dalam kehidupan masyarakat. Salah satu pemikir ekonomi klasik adalah Adam Smith (1723-1790). Pemikiran Adam Smith mengenai politik dan ekonomi yang sangat luas, oleh Sumitro Djojohadikusumo dirangkum menjadi tiga kelompok pemikiran. Pertama, haluan pandangan Adam Smith tidak terlepas dari falsafah politik, kedua, perhatian yang ditujukan pada identifikasi tentang faktor-faktor apa dan kekuatan-kekuatan yang manakah yang menentukan nilai dan harga barang. Ketiga, pola, sifat, dan arah kebijaksanaan negara yang mendukung kegiatan ekonomi ke arah kemajuan dan kesejahteraan mesyarakat. Singkatnya, segala kekuatan ekonomi seharusnya diatur oleh kekuatan pasar dimana kedudukan manusia sebagai individulah yang diutamakan, begitu pula dalam politik.

2.     Relevansi kekuatan Individu Liberalisme Klasik dalam Demokrasi dan Kapitalisme.
       Telah dikatakan bahwa setidaknya ada dua paham yang relevan atau menyangkut Liberalisme Klasik. Dua paham itu adalah paham mengenai Demokrasi dan Kapitalisme.
a)     Demokrasi dan Kebebasan.
          Dalam pengertian Demokrasi, termuat nilai-nilai hak asasi manusia, karena demokrasi dan Hak-hak asasi manusia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Sebuah negara yang mengaku dirinya demokratis mestilah mempraktekkan dengan konsisten mengenai penghormatan pada hak-hak asasi manusia, karena demokrasi tanpa penghormatan terhadap hak-hak asasi setiap anggota masyarakat, bukanlah demokrasi melainkan hanyalah fasisme atau negara totalitarian yang menindas.


Jelaslah bahwa demokrasi berlandaskan nilai hak kebebasan manusia. Kebebasan yang melandasi demokrasi haruslah kebebasan yang positif – yang bertanggungjawab, dan bukan kebebasan yang anarkhis. Kebebasan atau kemerdekaan di dalam demokrasi harus menopang dan melindungi demokrasi itu dengan semua hak-hak asasi manusia yang terkandung di dalamnya. Kemerdekaan dalam demokrasi mendukung dan memiliki kekuatan untuk melindungi demokrasi dari ancaman-ancaman yang dapat menghancurkan demokrasi itu sendiri. Demokrasi juga mengisyaratkan penghormatan yang setinggi-tingginya pada kedaulatan Rakyat.
b)     Kapitalisme dan Kebebasan.
          Tatanan ekonomi memainkan peranan rangkap dalam memajukan masyarakat yang bebas. Di satu pihak, kebebasan dalam tatanan ekonomi itu sendiri merupakan komponen dari kebebasan dalam arti luas ; jadi, kebebasan di bidang ekonomi itu sendiri menjadi tujuan. Di pihak lain, kebebasan di bidang ekonomi adalah juga cara yang sangat yang diperlukan untuk mencapai kebebasan politik. Pada dasarnya, hanya ada dua cara untuk mengkoordinasikan aktivitas jutaan orang di bidang ekonomi. Cara pertama ialah bimbingan terpusat yang melibatkan penggunaan paksaan – tekniknya tentara dan negara dan negara totaliter yang modern. Cara lain adalah kerjasama individual secara sukarela – tekniknya sebuah sistem pasaran. Selama kebebasan untuk mengadakan sistem transaksi dipertahankan secara efektif, maka ciri pokok dari usaha untuk mengatur aktivitas ekonomi melalui sistem pasaran adalah bahwa ia mencegah campur tangan seseorang terhadap orang lain. Jadi terbukti bahwa kapitalisme adalah salah satu perwujudan dari kerangka pemikiran liberal.


C.      Referensi
1.     Liberalisme' didefinisikan sebagai suatu etika sosial yang menganjurkan kebebasan dan kesetaraan secara umum." - Coady, C. A. J. Distributive Justice, A Companion to Contemporary Political Philosophy, editors Goodin, Robert E. and Pettit, Philip. Blackwell Publishing, 1995, p.440. B: "Kebebasan itu sendiri bukanlah sarana untuk mencapai tujuan politik yang lebih tinggi. Ia sendiri adalah tujuan politik yang tertinggi."- Lord Acton
2.     Sukarna. Ideologi : Suatu Studi Ilmu Politik. (Bandung: Penerbit Alumni, 1981)
3.     Oxford Manifesto dari Liberal International: "Hak-hak dan kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui demokrasi yang sejati. Demokrasi sejati tidak terpisahkan dari kebebasan politik dan didasarkan pada persetujuan yang dilakukan dengan sadar, bebas, dan yang diketahui benar (enlightened) dari kelompok mayoritas, yang diungkapkan melalui surat suara yang bebas dan rahasia, dengan menghargai kebebasan dan pandangan-pandangan kaum minoritas."
4.     Diksi ini didapat pada saat mengikuti acara perkuliahan mata kuliah Pemikiran Politik Barat, FISIP UI.
5.     Ahmad Suhelmi. Pemikiran Politik Barat. (Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2007).
6.     Deliar Noer. Pemikiran Politik di Negeri Barat. (Jakarta: Penerbit Mizan, 1998).

Selasa, 10 Maret 2015

ATURAN ISLAM UNTUK PERGAULAN REMAJA MUSLIM DAN PERILAKU REMAJA MASA KINI


Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT.dengan  rahman-rahim-Nya telah memberikan nikmat iman dan islam sehingga kita tetap berada dalam jalur jihad.
Masa remaja merupakan masa yeng memberikan banyak Kenangan,selain karna penuh gejolak & tantangan yang akan membawanya ke tahap dewasa dan tua.Teringat kata-kata salah satu dosen fakultas Ekonomi ( JALALUDDIN S.E.I )  beliau mengatakan bahwa “ Islam itu mengatur segala aspek kehidupan mulai dari orang itu bangun tidur sampai orang itu bangun lagi”.Untuk itu saya akan memaparkan  pengetahuan saya  tentang  ATURAN ISLAM UNTUK PERGAULAN REMAJA MUSLIM DAN PERILAKU REMAJA MUSLIM MASA KINI
MENJAGA PANDANGAN,sejauh yang saya ketahui  Islam mengharuskan baik laki-laki maupun perempuan untuk menundukan pandangannya agar terhindar dari zina mata.Namun pada kenyataannya dalam pergaulan remaja baik laki-laki maupun perempuan kebanyakan keluar dari aturan tersebut yang seharusnya mereka menjaga pandangan mereka tapi malah sebaliknya mereka malah menatap lekat sosok yeng membuat mereka tertarik  hingga sosok tersebut hilang dari pandangan mereka.
LARANGAN BERSENTUHAN KULIT,Islam melarang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim bersentuhan kulit.Namun kenyatan yang terjadi menunjukan hal yang sebaliknya sebagian besar diantara remaja-remaja menganggap bersentuhan kulit seperti berpegangan tangan adalah hal biasa itulah yang di pertontonkan di televisi,internet bahkan di kalangan masyarakat seperti yang saya saksikan di Taliwang terutama menjelang sore hari banyak  saya lihat  mereka berboncengan dengan pasangannya   beriringan seperti orang yang sedang pawai sambil mempertontonkan kemesraan mereka sambil melakukan diskusi kecil  dengan santainya, bahkan ada diantara segelincir remaja yang pergi ke Masjid tapi bukan untuk sholat melainkan untuk berphoto-photo dengan pasangannya itupun menggunakan gaya yang tidak seharusnya di lakukan di Masjid entah apa yang ada di otak mereka.
LARANGAN BERDUAAN DENGAN YANG BUKAN MUHRIM,dalam sebuah surat yang salah satu ayatnya memiliki arti “Dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan buruk”.Islam itu sungguh bijak dalam mengatur hubungan pria dan wanita,jangankan berzina mendekatinyapun sudah divonis haram.padahal aturan itu di buat untuk menjaga kemulyaan kata dan keluarga kita sendiri.

LARANGAN IKHTILAT,kata-kata ikhtilat pertama kali saya dapatkan di bangku MA saya paling suka dengar kalau ada yang ceramah apa lagi kalau yang ceramah itu kepala Madrasah  cara beliau menyampaikan ceramah dan isi ceramahnya membuat hati dan pikiran tenang.Ngomong-ngomong masalah ikhtilat,ikhtilat itu sendiri adalah bercampur baurnya antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim baik dalam pertemuan resmi atau sekedar ngobrol bareng. Atuarn itu bukan untuk mengekang manusia khususnya remaja sehingga tidak berkutik,akan tetapi aturan itu melindungi kita dari jurang kehinaan dan dalam batas-batas tertentu yang tidak menimbulkan kemudarotan  seperti kegiatan belajar dan mengajar itu diperbolehkan. Namun di zaman ini kebanyakan remaja bahkan bisa dibilang  sudah dewasa namun belum berumah tangga sepertinya tidak menghiraukan aturan itu bukan hanya di kota-kota besar di Indonesia bahkan di Kabupaten Sumbawa Barat  tepatnya di KTC merupakan tempat wajib  setiap malam minggu selalu di padati pengunjung terutama remaja yang menikmati suasana malam minggu dengan pasangannya dan berbaur dengan pasangan-pasangan lainnya  entah apa yang mereka lakukan hingga mereka pulang sampai larut malam dan yang menjadi pertanyaan diotak saya,dimana peran orangtua  dalam menjaga anaknya?,ijin dan alasan seperti apa yang mereka berikan pada orangtua mereka,sebagai orangtua dimana letak rasa khawatir,cemas dan perduli pada anak kalian?,tidakkah kegelisahan mendera dada kalian ketika anak-anak kalian belum ada di rumah?.Entah apa yang akan terjadi seandainya keadaan seperti ini akan terus terjadi.


By: Annisa
taliwang sumbawa barat Universitas Cordova Indonesia.

Minggu, 18 Januari 2015

Sahabat yak tak kan terpisahkan utuk selamanya



sahabat sejati adalah ikatan persaudaraan tanpa satu ibu tapi
dia tak bisah di pisahkan walau bagaimanaimanapun
walau dia jauh tapi tetap denkat di hati